Selasa, 10 Desember 2013

Mengapa Seorang Ustadz Dapat Menopang Hidup Dibalik Kecilnya Gaji Dan Banyaknya Keturunan



Kita dapat melihat sendiri dengan kedua mata kepala, bahwasanya banyak dari para ustadz-ustadz  rabbani yang tidak memikirkan dunia untuk menjadi tujuan hidupnya. Mereka hanya menjadikan dunia sebagai ladang untuk memanen sebuah hasil yang memuskan di akhirat kelak. Mengapa mereka tidak merasa kekurang materi dari harta yang mereka punya? Apakah dengan harta sedemikian mereka benar-benar hidup nyaman?

Ambillah contoh, terdapat seorang ustadz, beliau adalah seorang mudir sebuah yayasan dan sebuah pondok, beliau hanya menerima gaji berkisar 2 juta saja perbulannya. Padahal, beliau mempunyai puluhan anak lebih. Akan tetapi bagaimana kehidupan mereka? Alhamdulillah.. Allah subhanahu wa ta’ala memberi kecukupan kepada keluarga beliau dan  menaungi rahmatNya beserta kasih sayangNya, padahal jika dipikirkan kembali, hal ini diluar logika pemikiran. Karena, uang segitu tidaklah mencukupi dirinya yang menanggung anggota keluarga begitu banyak. Mereka dapat hidup dengan tenang dan nyaman, dan mereka dapat membelikan banyak hal baru buat anak-anaknya, berupa baju, buku, mainan dll. Mereka hanya medapatkan kecukupan dalam hatinya, mereka hanya bersyukur dengan rezeki Allah yang didapati oleh kedua tangannya.  
Apa rahasia dibalik hal itu semua? Ternyata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah memberitakan rahasia dibalik hal itu semua.
Sebelum kita sampaikan rahasia dibalik ini semua, ada baiknya kita mengetahui segolongan kelompok yang berlawanan dengan sifat mereka, segolongan kelompok ini tidak lain dan tidak bukan adalah orang-orang yang berangkat pada fajar hari menyongsong, mereka telah mengerahkan tenaga untuk mencari harta seharian penuh dan kemudian kembali kerumah di tengah malam kelam dengan rasa lelah dan letih. Ia tidak dapat bertemu dengan keluarganya sebagaimana mestinya. Ia pulang dan telah mendapatkan anak-anaknya tertidur dalam mimpinya yang lelap, ia hanya dapat mencium anaknya dalam kesedihan tanpa bisa merasakan kebahagiaan bercanda ria dengan mereka.
Pada matahari terbit, anak-anaknya pun mencari ayahnya yang telah pergi namun mereka hanya menemukan ibunya yang sedang menyiapkan sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah untuk menuntut ilmu. Mereka adalah para pejabat yang lupa negeri akhirat, mereka adalah para pedagang yang telah diliputi kecintaan dunia, mereka adalah para karyawan yang telah melupakan hari akhir. Mereka diliputi dengan kesibukan dan kesibukan. Mereka diliputi dengan rasa kurang dan kurang.
Apa rahasia dibalik hal itu semua? Ternyata Rasulullahpun telah memberitakan rahasia dibalik itu semua.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda dalam hadits qudsi:
يَقُولُ رَبُّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: يَا ابْنَ آدَمَ تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِي أَمْلَأْ قَلْبَكَ غِنًى وَأَمْلَأْ يَدَيْكَ رِزْقًا، يَا ابْنَ آدَمَ لَا تَبَاعَدْ مِنِّي فَأَمْلَأْ قَلْبَكَ فَقْرًا وَأَمْلَأْ يَدَيْكَ شُغْلًا
“ Tuhan kalian (Allah) tabaroka wa ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, luangkanlah waktumu untuk beribadah kepadaKu. Maka Aku akan mengisi hatimu dengan rasa kecukupan dan Aku isi kedua tanganmu dengan rezeki-rezeki. Wahai anak Adam janganlah kamu menjauh dari Ku. Maka Aku akan mengisi hatimu dengan kekurangan dan aku isi kedua tanganmu dengan kesibukan”[1]
Cobalah untuk mengulang-ngulang hadits diatas dan merenunginya berkali-kali. Maka kita akan menyadari betapa Rasulullah telah memberitakan apa yang ada dibalik rahasia itu semua !! Ulangilah dan ulangilah !!
Barangsiapa yang menyibukkan dirinya dengan ibadah, maka Allah akan memberinya 2 bonus yang menakjubkan:
1- Rasa kecukupan dalam hati.
2- Rezeki selalu berada ditangannya
Tahukah antum wahai saudaraku.. Bahwasanya rezeki yang banyak tidaklah cukup untuk menopang hidup kita di dunia ini. Walaupun kita memiliki dunia dan seisinya, itu tidaklah cukup bagi kehidupan kita. Akan tetapi kita butuh kepada pendukung hal lainnya, yaitu rasa kecukupan dalam lubuk hati.
Ya.. Kita membutuhkan rasa kecukupan dalam hati kita. Tidakkah kita melihat para pejabat? Mereka memiliki rumah yang begitu mewah dan megah. Mereka memiliki mobil lebih dari dua. Mereka menerima gaji puluhan juta perbulannya. Akan tetapi apakah mereka merasa cukup? Tidak ! Mereka merasa kurang dan kurang. Harta mereka selalu habis perbulannya, bahkan mereka kekurangan dari harta yang mereka terima. Tahukah antum, mengapa hal ini terjadi? Karena Allah Tuhan semesta alam, Dia yang meletakkan kesibukan dan kekurangan pada diri mereka. Allah sendiri yang menjadikan hati mereka merasa kurang. Padahal Allah lah Dzat pemberi rezeki, Dzat yang mengatur segala alam, Dzat Maha mampu atas segala sesuatu, Allah lah Tuhan para pejabat. Karena mereka melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka. Yang mana hal ini telah dikabarkan oleh Allah melalui sabda RasulNya yang mulia.
Sebaliknya, seorang ustadz rabbani.. Dia memiliki banyak tanggungan, berupa nafkah terhadap istri dan anak-anak, berupa tanggungan biaya kontrakan rumah yang ditumpanginya, berupa tanggungan uang sekolah anak-anaknya, berupa hal-hal penopang hidup yang melengkapi ketenangan hidup mereka berupa baju baru, buku baru, dan hal lainnya. Padahal mereka hanya menerima 2 juta saja perbulannya bahkan kurang dari jumlah itu. Akan tetapi mengapa mereka merasa cukup akan hal ini? Mengapa mereka selalu bisa bercanda ria dengan anak-anaknya tiap harinya? Padahal berapa biaya sekolah anak-anaknya yang berjumlah banyak? Berapa jumlah tanggungan uang keluarganya?
Jawabannya karena Allah yang mana Dia adalah Dzat satu-satunya pemberi rezeki dan bahwasanya Allah Dzat satu-satunya pengatur alam. Dia selalu meletakkan rezeki-rezeki mereka berada ditangan mereka, dan Allah memberikan rasa kecukupan pada hati mereka karena ibadah yang mereka lakukan.
Dalam riwayat lain disebutkan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ: يَا ابْنَ آدَمَ تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِي أَمْلَأْ صَدْرَكَ غِنًى وَأَسُدَّ فَقْرَكَ، وَإِلَّا تَفْعَلْ مَلَأْتُ يَدَيْكَ شُغْلًا وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ
“Sesungguhnya Allah berfirman: Wahai anak Adam luangkanlah waktumu untuk beribadah kepadaKu maka Aku akan mengisi dadamu dengan kecukupan dan aku tutupi kemiskinanmu. Jika tidak kamu lakukan, maka Aku akan mengisi kedua tanganmu dengan kesibukan dan aku tidak akan menutupi kemiskinanmu”[2]
Maka kenyataanlah apa yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:
مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ، فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّتَهُ، جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أَمْرَهُ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ
“Barangsiapa yang menjadikan dunia adalah tujuannya, maka Allah akan cerai beraikan urusannya, dan Allah menjadikan kefakiran tepat dipeluk matanya, dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali apa yang telah ditakdirkan untuknya. Dan barangsiapa yang menjadikan akhirat adalah niatnya, maka Allah mengumpulkan urusannya, dan Allah menjadikan kecukupan dihatinya, dan dunia mendatanginya sedangkan dunia itu tunduk kepadanya”[3]
Cerita lain yang saya dapatkan dari ustadz Dr. Ali Musri hafidzahullah:
Terdapat seseorang yang dahulunya adalah seorang tukang memperbaiki alat-alat elektronik seperti radio dan sejenisnya, dia mendapatkan hasil perharinya berkisar 1 juta. Ya, dia mendapatkan keutungan berkisar 1 juta perharinya. Jikalau diperkirakan, dia mendapatkan keuntungan 30 juta perbulannya. Dan jika diminimalkan, 15 jutalah keuntungan perbulannya. Yang mana ini adalah suatu penghasilan yang lebih dari cukup bagi orag yang berada dikelas menengah.
Akan tetapi, tatkala dia telah mempelajari akidah islam yang benar, dan manhaj hidup sesuai sunnah, dia mulai meninggalkan pekerjaannya. Dia meninggalkan pekerjaan ini karena dia tidak menginginkan jika urusan akhiratnya terbengkalai. Dia tinggalkan demi mendapatkan hasil negeri akhirat kelak. Dia mulai sering belajar agama dan mengisi harinya dengan majlis ta’lim dan menuntut ilmu. Namun kehidupannya berubah drastis, dia mulai tinggal dirumah gubuk yang terbuat dari bebambuan saja. Ya, rumahnya terbuat dari beberapa bongkah bambu.
Tatkala ustadz Ali Musri berada dirumahnya terjadilah dialog ringan dan membuat terharunya ustadz Ali. Tuan rumah ini malu jika ustadz Ali beristirahat tidur dirumahnya, karena apa yang dipandang oleh mata berupa bentuk reotnya rumah. Ustadz Ali begitu simak mendengarkan percakapannya, dia bertutur bahwasanya saat ini dia hanyalah penjual herbal biasa yang hanya akan mendapatkan hasil tidak seberapa. Dan ustadz Ali pun meminta kepada tuan rumah untuk dizinkan beristirahat dirumahnya. Dan akhirnya tuan rumahpuun menyambut permintaan ustadz, dan tuan rumah hanya bisa menjamu ustadz dengan keterbatasan apa yang dia miliki namun dia sangat dapat membahagiakan hati ustadz Ali musri hafidzahumullah.

Namun apa yang dikatakan olehnya ??
“Wahai ustadz , saya belum pernah merasakan kebahagiaan ini di zaman-zaman yang telah lalu. Dan disinilah saya merasakan kebahagiaan dan ketenangan yang begitu mendalam”
Ustadz Ali hanya bertutur kata dalam hatinya:

“Bagaimana jika aku berada di posisinya? Apakah saya bisa berbuat seperti apa yang diperbuat olehnya?”
Subhanallah, begitulah kehidupan hamba Allah yang sholih. Semoga Allah menempatkan kita bersama kumpulan orang-orang shalih.
Dan dari sini juga kita dapat mengetahui, “Allah tidak meletakkan kebahagiaan seorang hamba dalam uang yang dimiliki olehnya. Namun Allah meletakkkan kebahagiaan hanya dalam hati seorang hamba. Dan itu hanya didapatkan dengan mendekati Allah seraya beribadah kepadaNya”
Ulangilah kembali hadits diatas !!
Mudah-mudahan sabda Rasulullah diatas dapat merubah niat dan tujuan kita, dan dapat merubah kehiudpan kita dari keterpurukan menuju kebahagiaan bersama keluarga.
PenulisMuhammad Abdurrahman AlAmiry

Artikel: 
al-amiry.blogspot.com

Kamis, 05 Desember 2013

kalkulasi Subnet Mask

Kalkulasi Subnet Mask, Subnetting, dan Default Subnet Mask
Pada artikel saya sebelumnya mengenai cara design IP address, saya tidak membahas secara detail mengenai subnet mask. Kali ini saya akan bahas bagaimana kita menghitung jumlah subnet mask dan jumlah hosts IP yang bisa dipakai dalam design IP address untuk jaringan local anda.
Seperti kita ketahui bahwa untuk address Class B yang kita pakai pada suatu jaringan akan memungkinkan kita memakai IP address sejumlah 65 ribuan hosts. Akan tetapi tidak ada satu jaringan yang bisa berisi host sejumlah itu dalam satu subnet tunggal, karena terbatasnya arsitektur jaringan yang ada. Untuk itulah cara yang paling aman adalah membagi satu jaringan tunggal tersebut kedalam banyak segmen jaringan dengan metoda subnetting.
Apa sih subnet itu? Subnet adalah sekelompok host (bisa komputer, switch atau lebih tepatnya piranti jaringan) pada satu segmen jaringan yang sama yang berbagi IP jaringan yang sama. Pada protocol TCP/IP umumnya, istilah jaringan dimaksudkan sebagai local area network. jaringan LAN bisa hanya mempunyai satu IP address jaringan tunggal, atau bisa saja jaringan yang memiliki banyak segmen jaringan dimana masing-2 segmen jaringan tersebut mempunyai address jaringan tersendiri. Subnet bisa juga diartikan sebagai pembagian satu address jaringan tunggal menjadi banyak address jaringan atau banyak subnet. Sebagai acuan kita, table berikut ini adalah Class address untuk jaringan private untuk membedakan dengan IP address public diluar range private address.
Class Type Start Address End Address
Class A 10.0.0.0 10.255.255.254
Class B 172.16.0.0 172.31.255.254
Class C 192.168.0.0 192.168.255.254
Kenapa harus dibagi menjadi subnet-2? Coba bayangin aja missal pada gambar dibawah ini, satu company mempunyai jaringan dengan address Class B yang bisa memuat ribuan host IP address sampai 65 ribuan pada satu segment jaringan tunggal. Bagaimana anda akan memaintainnya? Akan sangat susah sekali memeliharanya dan juga administrasinya. Sementara arsitektur jaringan fisik terbatas pada jumlah host yang bisa dimuat dalam satu jaringan fisik.
jaringan komputer dengan satu subnet tunggal
Cara terbaik adalah dengan cara membagi jaringan address Class B ini menjadi banyak kelompok host atau subnet-2 yang mudah dipelihara dan jauh lebih gampang administrasinya. Perhatikan gambar berikut, dimana Class B tadi dibagi-2 menjadi kelompok jaringan subnet yang berbeda.
satu jaringan multiple subnet
Keuntungan dari Subnetting
Disamping memberikan tambahan address jaringan, subnetting sebuah jaringan memberikan banyak keuntungan berikut:
1. Mengurangi congestion / kebanjiran jaringan dengan cara mengarahkan traffic dan mengurangi sinyal broadcast. Kita tahu bahwa sinyal broadcast itu sebatas segmen jaringan, tidak melewati segmen yang lain.
2. Anda bisa mengisolasi masalah pada satu subnet, tidak melebar seperti jika anda hanya mempunyai satu jaringan tunggal yang besar
3. Mengurangi usage CPU dengan cara mengurangi jumlah traffic broadcast
4. Memperbaiki keamanan, keamanan bisa diberikan kepada subnet tertentu (dengan menggunakan extended access list pada network router) berdasarkan protocol atau address.
5. Anda bisa menggunakan media berbeda dengan menggunakan subnet yang berbeda untuk setiap media yang berbeda.
Subnet Mask
Suatu Subnet Mask adalah angka sebanyak 32 bit (dibagi menjadi 4 octet) yang meng-identifikasikan porsi address jaringan dari suatu IP address. sebagai tambahan, router menggunakan subnet mask untuk membedakan address subnet jaringan local dan address subnet jaringan remote.
Default Subnet Mask
Setiap Class IP address sudah termasuk default subnet mask nya. Dengan tidak adanya custom subnet mask, default subnet mask mendifinisikan pemisahan antara ID jaringan dan ID host. Untuk memahami konsep ini, bayangkan subnet mask sebagai mask (topeng) yang sebenarnya yang menutupi bagian dari suatu IP address. setiap komputer dan router menggunakan mask ini untuk menentukan ID jaringan dari setiap IP address yang harus dikirim. Bit-2 yang ditutupi topeng mask ini tidak menutupi identitas ID host.
Subnet Mask terdiri dari bit “1″ untuk setiap bit yang ditutupi. Dalam format decimal bertitik, setiap octet yang ditutupi oleh subnet mask memiliki nilai 255.

Topeng (Mask)
Default Subnet Mask
Class A
Network = 8 bits
Host = 24 bits
Class A menutupi octet pertama saja
Class A Subnet Mask
Class A Subnet Mask
255.0.0.0
Class B
Network = 16 bits
Host = 16 bits
Class B menutupi dua octet pertama
Class B Subnet Mask
Class B Subnet Mask
255.255.0.0
Class C
Network = 24 bits
Host = 8 bits
Class C menutupi tiga octet pertama
Class C Subnet Mask
Class C Subnet Mask
255.255.255.0
Custom Subnet Mask
Kebanyakan custom subnet mask menutupi bit-2 yang sama seperti pada default mask, dan kemudian menambah menutupi beberapa bit lagi pada octet berikutnya.
Tanpa suatu custom subnet mask, setiap komputer yang ada pada jaringan anda akan menjadi bagian dari segmen fisik yang sama. Dengan custom subnet mask anda bisa menciptakan beberapa subnet (segmen jaringan) tambahan. Jika anda menambahkan bit dari panjang jumlah bit default subnet mask, maka bit-2 itu menjadi bagian dari subnet address, akan tetapi mengurangi jumlah bit-2 yang bisa dipakai oleh host ID.
Seperti halnya default subnet maks, suatu custom subnet mask berkomposisi bit2 “1″ dari bit2 yang ditutupi. Dalam format decimal bertitik, setiap octet yang ditutupi oleh subnet mask bernilai 255. Nilai decimal dari sisa octet bervariasi tergantung jumlah bit yang dipakai oleh custom subnet mask.
Host pada TCP/IP mengidentifikasikan ID jaringan dari suatu IP address dengan menerapkan subnet mask kepada address. bit2 pada address yang ditutupi (dimask – ditopengi) menunjukkan porsi address jaringan, sementara bit2 yang tidak ditutupi adalah porsi address host.
Memilih Suatu Subnet Mask
Untuk mengkalkulasi subnet mask, pertama anda harus memutuskan terlebih dahulu berapa jumlah subnet (segmen jaringan) yang anda butuhkan. Jika anda mempunyai 10 kantor cabang, anda membutugkan setidaknya 10 subnet. Anda juga perlu memikirkan pertumbuhan di masa depan company anda berapa jumlah site (subnet) yang akan tumbuh mungkin 5 tahun atau 10 tahun kedepan. Berikut ini menjelaskan dua metoda untuk mengidentifikasikan angka subnet mask. Sebelumnya juga perlu anda memahami cara konversi IP address dari biner ke desimal dan sebaliknya.
Sebagai contoh company anda membutuhkan 10 subnet untuk jaringan Class B 162.199.0.0, nilai subnet mask yang harus anda gunakan berapa? Berikut adalah langkah-2 menghitungnya.
subnet-mask-calculate
1. Tentukan jumlah subnet mask yang dibutuhkan (hal ini = 10 untuk mewakili 10 kantor cabang anda) dan kemudian konversikan nilai ini kedalam bentuk biner (10 = 1010).
2. Dari nilai biner tersebut (1010) ganti semua bit menjadi “1″, dan untuk sisa octetnya tambahkan dengan “0″ (1111 0000) untuk melengkapi 8 bit (octet)
3. lalu conversikan ke decimal (1111 0000 = 240). Angka 240 ini adalah nilai custom mask
4. Kemudian langkah terakhir adalah menambahkan angka custom mask ini kepada default subnet mask (255.255.0.0 untuk Class B) sehingga custom subnet mask bernilai 255.255.240.0
Atau metoda kedua gunakan table berikut ini (ingat ini hanya satu octet yang dipakai sebagai custom mask):
Posisi Bit
8
7
6
5
4
3
2
1
Bit value
1
1
1
1
1
1
1
1
Decimal value (dari nilai 2 pangkat (n – 1) posisi bit)
128
64
32
16
8
4
2
1
Subnet mask value (2^n)
128
192
224
240
248
252
254
255
Max # subnet (2^m -2)
0
2
6
14
30
62
126
254
Missal untuk custom mask berikut 1111 0000 maka kita lihat dari table berada pada posisi bit ke 5, berarti custom subnet mask nya adalah 240 (jumlah nilai subnet mask bit ke 8 (= 128) ditambah nilai subnet mask ke 7 (=64) plus bit ke 6 (=32) plus bit ke 5 (=16) sama dengan total 240. Jadi jumlah subnet yang bisa dibuat adalah 14 subnet dengan masing-2 jumlah host (tergantung Class address, dalam hal ini Class B) sebanyak:
Subnet mask 255.255.240.0 (1111 1111 1111 1111 1111 0000 0000 0000) jumlah bit yang dipakai untuk subnet mask adalah 20 berarti sisa bit untuk host adalah 12 (32 -20), jadi jumlah IP yang bisa dipakai host adalah (2^m -2) = 4094 host untuk setiap subnet.
Jika masih bingung, jangan khawatir anda tidak sendirian, karena masalah IP adalah momok bagi sebagian praktisi IT apalagi kalau mau ujian CCNA. Download saja calculator subnet disini.
Setelah anda menyelesaikan nilai subnet mask, anda sudah juga perlu memastikan bahwa jumlah host yang ada pada subnet mask tersebut mencukupi untuk jaringan anda (jika hitungan anda benar, maka pasti klop antara subnet mask dan host yang ada pada jaringan tersebut).
Salam,
Ki Grinsing

Kamis, 28 November 2013

Virtual Private Network (VPN)
VPN dalah sebuah jaringan komputer dimana koneksi antar perangkatnya (node) memanfaatkan jaringan public sehingga yang diperlukan hanyalah koneksi internet di masing-masing site.
Ketika mengimplementasikan VPN, interkoneksi antar node akan memiliki jalur virtual khusus di atas jaringan public yang sifatnya independen. Metode ini biasanya digunakan untuk membuat komunikasi yang bersifat secure, seperti system ticketing online dengan database server terpusat.
Point to Point Tunnel Protocol (PPTP)
Salah satu service yang biasa digunakan untuk membangun sebuah jaringan VPN adalah Point to Point Tunnel Protocol (PPTP). Sebuah koneksi PPTP terdiri dari Server dan Client.
Mikrotik RouterOS bisa difungsikan baik sebagai server maupun client atau bahkan diaktifkan keduanya bersama dalam satu mesin yang sama. Feature ini sudah termasuk dalam package PPP sehingga anda perlu cek di menu system package apakah paket tersebut sudah ada di router atau belum. Fungsi PPTP Client juga sudah ada di hampir semua OS, sehingga kita bisa menggunakan Laptop/PC sebagai PPTP Client.
Biasanya PPTP ini digunakan untuk jaringan yang sudah melewati multihop router (Routed Network). Jika anda ingin menggunakan PPTP pastikan di Router anda tidak ada rule yang melakukan blocking terhadap protocol TCP 1723 dan IP Protocol 47/GRE karena service PPTP menggunakan protocol tersebut.
Topologi
Pada artikel ini akan dicontohkan apabila kita akan menghubungkan jaringan dengan menerapkan VPN dengan PPTP. Untuk topologi nya bisa dilihat pada gambar di bawah.
Router Office A dan Router Office B terhubung ke internet via ether 1 dan PC pada masing-masing jaringan lokal terhubung ke Ether 2. Remote client juga sudah terhubung ke internet.
Kita akan melakukan konfigurasi agar Router A dan jaringan LAN A bisa diakses dari Router B dan jaringan LAN B serta Remote Client. Langkah-langkah setting PPTP dengan Winbox sebagai berikut:
Konfigurasi PPTP Server
Berdasar topologi di atas, yang menjadi pusat dari link PPTP (konsentrator) adalah Router Office A , maka kita harus melakukan setting PPTP Server pada router tersebut.
Enable PPTP Server
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengaktifkan PPTP server. Masuk pada menu PPP->Interface->PPTP Server . Gunakan profile "Default-encryption" agar jalur VPN terenkripsi.

 

Secret
Pada tahap ini, kita bisa menentukan username dan password untuk proses autentikasi Client yang akan terkoneksi ke PPTP server. Penggunaan huruf besar dan kecil akan berpengaruh.

-Local Address adalah alamat IP yang akan terpasang pada router itu sendiri (Router A / PPTP Server) setelah link PPTP terbentuk
-Remote Address adalah alamat IP yang akan diberikan ke Client setelah link PPTP terbentuk.

Contoh konfigurasi sebagai berikut. Arahkan agar menggunakan profile "Default-Encryption"

 

Sampai disini, konfigurasi Router A (PPTP Server) sudah selesai, sekarang kita lakukan konfigurasi di sisi client.

Client Router Office B
Langkah-langkah untuk melakukan konfigurasi Client PPTP pada Router Mikrotik adalah sebagai berikut :

Tambahkan interface baru PPTP Client, lakukan dial ke IP Public Router A (PPTP server) dan masukkan username dan password sesuai pengaturan secret PPTP Server.

 

Catatan : IP 10.10.10.100 adalah permisalan ip public dari server, Untuk implementasi sebenarnya sesuaikan dengan ip public yang Anda miliki. 

Setelah koneksi PPTP terbentuk, akan muncul IP Address baru di kedua Router dengan flag “D” yang menempel di interface pptp sesuai dengan pengaturan Secret pada PPTP server

Sampai disini koneksi VPN antar router sudah terbentuk, akan tetapi antar jaringan lokal belum bisa saling berkomunikasi. Agar antar jaringan local bisa saling berkomunikasi, kita perlu menambahkan routing static dengan konfigurasi

- dst-address : jaringan local Router lawan
- gateway : IP PPTP Tunnel pada kedua router.

Penambahan static route di Router A


Penambahan static route di router B
Remote Client 
Client PPTP tidak harus menggunakan Router. Seperti pada topologi jaringan di atas, ada sebuah Remote Client (Laptop) yang akan melakukan koneksi VPN ke Router A.
Maka kita perlu membuat Secret baru pada PPTP server untuk autentikasi remote client tersebut.

Secret
username = client2 ; password = 1234 ; Local Address = 10.20.20.1 ; Remote Address = 10.20.20.7


Kemudian kita perlu melakukan konfigurasi PPTP Client pada Laptop. Langkah-langkahnya akan berbeda pada tiap OS. Berikut tutorial konfigurasi PPTP Client untuk OS Windows 7.

Konfigurasi PPTP Client Windows 7
Pastikan Laptop anda sudah bisa akses internet. Masuk pada menu Network and Sharing Center, kemudian create koneksi baru dengan memilih Set up new connection or network.


Pada tampilan window selanjutnya, pilih Connect to a workplace , lalu klik next.


Kemudian, pilih Use My Internet Connection (VPN)


Pada langkah berikutnya, kita diminta untuk memasukkan ke IP Address mana kita akan melakukan koneksi. Sesuai topologi , maka kita masukkan IP address public Router A. Destination name adalah parameter untuk memberikan nama pada interface VPN yang sedang dibuat.


Selanjutnya masukkan username dan password sesuai pengaturan Secret yang ada di PPTP server. Lalu klik Connect.

 

Akan ada proses autentikasi, tunggu sampai selesai.


Jika sudah selesai, di laptop akan muncul interface baru dengan nama VPN Office A dan terpasang IP address yang mengambil dari ip-pool Remote Address sesuai dengan pengaturan profile dan Secret pada PPTP Server.

Sampai disini koneksi VPN dari Laptop ke Router A sudah terbentuk.  Laptop sudah bisa akses ke Router A dan Jaringan LAN A. 

Untuk melakukan remote ke Router A tinggal anda masukkan IP addres Router yang terpasang setelah link VPN terbentuk, yaitu IP address 10.20.20.1.

Tips :
  • Jalur VPN akan stabil dan lebih mudah dalam konfigurasi apabila sisi server memiliki jalur internet dedicated dan memiliki IP Publik static.
  • Transfer file antar site akan mengikuti bandwidth terkecil dari kedua site, jadi pastikan bandwidth upload dan download di kedua sisi site mencukupi
  • Untuk perangkat client yang menggunakan OS Windows 7, by default hanya bisa terkoneksi apabila disisi server mengaktifkan encryption
By: Adyatma Yoga K (Mikrotik.co.id) 

Minggu, 24 November 2013


KISAH MANTAN SEORANG GURU TELADAN & PLAKAT-PLAKATNYA (dilarang nangis setelah membaca kisah ini) Pak Hamid duduk termangu. Dipandanginya benda-benda yang berjaj...ar di depannya dengan masygul. Bertahun-tahun dimilikinya dengan penuh kebanggaan. Dirawat dengan baik hingga selalu bersih dan mengkilap. Jika ada orang yang bertanya, Pak Hamid akan bercerita dengan penuh kebanggaan. Siapa yang tidak bangga memiliki benda- benda itu? Berbagai plakat penghargaan yang diterimanya selama 35 tahun pengabdiannya sebagai guru di daerah terpencil. Daerah terisolasi yang tidak diminati oleh guru-guru yang lain. Namun Pak Hamid ikhlas menjalaninya, walau dengan gaji yang tersendat dan minimnya fasilitas sekolah. Cinta Pak Hamid pada anak-anak kecil yang bertelanjang kaki dan rela berjalan jauh untuk mencari ilmu, mampu menutup keinginannya untuk pindah ke daerah lain yang lebih nyaman. Kini masa itu sudah lewat. Masa pengabdiannya usai sudah pada usianya yang keenam puluh. Meskipun berat hati, Pak Hamid harus meninggalkan desa itu beserta keluarganya. Mereka tinggal di rumah peninggalan mertuanya di pinggir kota. Jauh dari anak didik yang dicintainya, jauh dari jalan tanah, sejuknya udara dan beningnya air yang selama ini menjadi nafas hidupnya. “Hei, jualan jangan sambil melamun!” teriak pedagang kaos kaki di sebelahnya. Pak Hamid tergagap. “Tawarkan jualanmu itu pada orang yang lewat. Kalau kamu diam saja, sampek elek ra bakalan payu!”* kata pedagang akik di sebelahnya. “Jualanmu itu menurutku agak aneh,” ujar pedagang kaos kaki lagi. “Apa ada yang mau beli barang-barang seperti itu ? Mungkin kamu mesti berjualan di tempat barang antik. Bukan di kaki lima seperti ini”. Pak Hamid tak menjawab. Itu pula yang sedang dipikirkannya. Siapa yang tertarik untuk membeli plakat-plakat itu? Bukanlah benda-benda itu tidak ada gunanya bagi orang lain, sekalipun sangat berarti baginya ? “Sebenarnya kenapa sampai kau jual tanda penghargaan itu ?” tanya pedagang akik.“Saya butuh uang.” “Apa istri atau anakmu sedang sakit ?”“Tidak. Anak bungsuku hendak masuk SMU. Saya butuh uang untuk membayar uang pangkalnya.” “Kenapa tidak ngutang dulu. Siapa tahu ada yang bisa membantumu.”“Sudah. Sudah kucoba kesana-kemari, namun tak kuperoleh juga.” “Hei, bukankah kau punya gaji...eh... pensiun maksudku.”“Habis buat nyicil montor untuk ngojek si sulung dan buat makan sehari-hari.” Penjual akik terdiam. Mungkin merasa maklum, sesama orang kecil yang mencoba bertahan hidup di kota dengan berjualan di kaki lima .“Kau yakin jualanmu itu akan laku?”penjual kaos kaki bertanya lagi setelah beberapa saat. Matanya menyiratkan iba.“Insya Allah. Jika Allah menghendaki aku memperoleh rejeki, maka tak ada yang dapat menghalanginya.” Siang yang panas. Terik matahari tidak mengurangi hilir mudik orang-orang yang berjalan di kaki lima itu. Beberapa orang berhenti, melihat-lihat akik dan satu dua orang membelinya. Penjual akik begitu bersemangat merayu pembeli. Rejeki tampaknya lebih berpihak pada penjual kaos kaki. Lebih dari dua puluh pasang kaos kaki terjual. Sedangkan jualan Pak Hamid, tak satupun yang meliriknya. Keringat membasahi tubuh Pak Hamid yang mulai renta dimakan usia. Sekali lagi dipandanginya plakat-plakat itu. Kegetiran membuncah dalam dadanya. Berbagai penghargaan itu ternyata tak menghidupinya. Penghargaan itu hanya sebatas penghargaan sesaat yang kini hanya tinggal sebuah benda tak berharga. Sebuah ironi yang sangat pedih. Tak terbayangkan sebelumnya. Predikatnya sebagai guru teladan bertahun yang lalu, tak sanggup menghantarkan anaknya memasuki sekolah SMU. Sekolah untuk menghantarkan anaknya menggapai cita-cita, yang dulu selalu dipompakan ke anak-anak didiknya. Saat kegetiran dan keputusasaan masih meliputinya, Pak Hamid dikejutkan oleh sebuah suara. “Bapak hendak menjual plakat-plakat ini?” seorang lelaki muda perlente berjongkok sambil mengamati jualan Pak Hamid. Melihat baju yang dikenakannnya dan mobil mewah yang ditumpanginya, ia sepertinya lelaki berduit. Pak Hamid tiba-tiba berharap. “Ya...ya..saya memang menjual plakat-plakat ini,” jawab Pak Hamid gugup.“Berapa bapak jual setiap satuannya?” Pak Hamid berfikir,”Berapa ya? Bodoh benar aku ini. Dari tadi belum terpikirkan olehku harganya.” “Berapa, Pak?”“Eee...tiga ratus ribu.”“Jadi semuanya satu juta lima ratus. Boleh saya beli semuanya ?” Hah! Dibeli semua, tanpa ditawar lagi! Kenapa tidak kutawarkan dengan harga yang lebih tinggi? Pikir Pak Hamid sedikit menyesal. Tapi ia segera menepis sesalnya. Sudahlah, sudah untung bisa laku. “Apa bapak punya yang lain. Tanda penghargaan yang lain misalnya ...”Tanda penghargaan yang lain? Pak Hamid buru-buru mengeluarkan beberapa piagam dari tasnya yang lusuh. Piagam sebagai peserta penataran P4 terbaik, piagam guru matematika terbaik se kabupaten, bahkan piagam sebagai peserta Jambore dan lain-lain piagam yang sebenarnya tidak begitu berarti. Semuanya ada sepuluh buah. “Bapak kasih harga berapa satu buahnya ?”“Dua ratus ribu.” Hanya itu yang terlintas di kepalanya. “Baik. Jadi semuanya seharga tiga juta lima ratus ribu. Bapak tunggu sebentar, saya akan ambil uang di bank sana itu.” kata lelaki perlente itu sambil menunjuk sebuah bank yang berdiri megah tak jauh dari situ.“Ya...ya..saya tunggu.” kata Pak Hamid masih tak percaya. Menit-menit yang berlalu sungguh menggelisahkan. Benarkah lelaki muda itu hendak membeli plakat-plakat dan berbagai tanda penghargaannya? Atau dia hanya penipu yang menggoda saja? Pak Hamid pasrah. Tapi nyatanya, lelaki itu kembali juga akhirnya dengan sebuah amplop coklat di tangannya. Pak Hamid menghitung uang dalam amplop, lalu buru-buru membungkus plakat-plakat dan berbagai tanda penghargaan miliknya dengan kantong plastik, seakan-akan takut lelaki muda itu berubah pikiran. Dipandangnya lelaki muda itu pergi dengan gembira bercampur sedih. Ada yang hilang dari dirinya. Kebanggaan atau mungkin juga harga dirinya. Pak Hamid kini melipat alas dagangannya dan segera beranjak meninggalkan tempat itu, meninggalkan pedagang akik dan kaos kaki yang terbengong-bengong. Entah apa yang mereka pikirkan. Namun, ia tak sempat berfikir soal mereka, pikirannya sendiri pun masih kurang dapat mempercayai apa yang baru saja terjadi. “Lebih baik pulang jalan kaki saja. Mungkin sepanjang jalan aku bisa menata perasaanku. Sebaik mungkin. Aku tidak ingin istriku melihatku merasa kehilangan plakat-plakat itu. Aku tidak ingin ia melihatku menyesal telah menjualnya. Karena aku ingin anakku sekolah, aku ingin dia sekolah!” Pak Hamid bertutur panjang dalam hati. Ia melangkah gontai menuju rumah. Separuh hatinya begitu gembira, akhirnya si bungsu dapat sekolah. Tiga setengah juta cukup untuk membiayai uang pangkal dan beberapa bulan SPP. Namun, separuh bagian hatinya yang lain menangis, kehilangan plakat-plakat itu, yang sekian tahun lamanya selalu menjadi kebanggaannya. Jarak tiga kilometer dan waktu yang terbuang tak dipedulikannya. Sesampainya di rumah, istrinya menyambutnya dengan wajah khawatir. “Ada apa, Pak? Apa yang terjadi denganmu? Tadi ada lelaki muda yang mencarimu. Dia memberikan bungkusan ini dan sebuah surat. Aku khawatir sampeyan ada masalah.” Pak Hamid tertegun. Dilihatnya kantong plastik hitam di tangan istrinya. Sepertinya ia mengenali kantong itu. Dibukanya kantong itu dengan terburu-buru. Dan...plakat- plakat itu, tanda penghargaan itu ada di dalamnya! Semuanya! Tak ada yang berkurang satu bijipun! Apa artinya ini? Apakah lelaki itu berubah pikiran? Mungkin ia bermaksud mengembalikan semuanya. Atau mungkin harga yang diberikannya terlalu mahal. Batin Pak Hamid bergejolak riuh. Segera dibukanya surat yang diangsurkan istrinya ke tangannya. Sehelai kartu nama terselip di dalam surat pendek itu. Pak Hamid yang saya cintai,Saya kembalikan plakat-plakat ini. Plakat-plakat ini bukan hanya berarti untuk Bapak, tapi juga buat kami semua, murid-murid Bapak. Kami bangga menjadi murid Bapak. Terima kasih atas semua jasa Bapak. Gunarto, lulusan tahun 75. Tak ada kata-kata. Hanya derasnya air mata yang membasahi pipi Pak Hamid.

Sabtu, 23 November 2013

Analisa Usaha Budidaya Ternak Sapi Potong

          Sapi potong merupakan jenis ternak yang mempunyai nilai jual tinggi diantara ternak ternak lainnya. Pada umumnya masyarakat membutuhkan hewan ini untuk dikonsumsi, karena kandungan proteinnya yang tinggi. Laju pertambahan penduduk yang terus meningkat menuntut ketersediaan daging yang juga meningkat, oleh karena itu usaha sapi potong merupakan salah satu usaha yang memiliki nilai ekonomi tinggi.  
          Saat ini usaha  penggemukan sapi potong biasanya di dominasi oleh peternak besar maupun kecil. Ada juga beberapa peternak perorangan di beberapa pedesaan di Indonesia. Masih sangat jarang perorangan di kota kota besar yang mengalokasikan investasi mereka pada business ini karena mereka mengganggap bisnis ini awam dan tidak memberikan keuntungan yang besar, padahal pada kenyataannya bisnis ini tidak terlalu sulit dan memberikan keuntungan yang cukup besar.
          Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh peternak tradisional dalam peternakan sapi adalah produktivitas ternak sapi yang rendah. Salah satu faktor penyebab rendahnya produktivitas adalah pemilihan pakan ternak yang tidak sesuai dengan sistem penggemukan sapi modern juga system kebersihan kandang yang kurang baik.

Prospek Investasi Sapi PO
Sapi Peranakan Ongole (sapi PO) sering disebut sebagai Sapi Lokal atau Sapi Jawa atau Sapi Putih. Sapi PO ini merupakan hasil persilangan antara pejantan sapi Sumba Ongole (SO) dengan sapi betina Jawa yang berwarna putih.
Sapi Ongole (Bos Indicus) sebenarnya berasal dari India, termasuk tipe sapi pekerja dan pedaging yang disebarkan di Indonesia sebagai sapi Sumba Ongole (SO).
Warna bulu sapi Ongole sendiri adalah putih abu-abu dengan warna hitam di sekeliling mata, mempunyai gumba dan gelambir yang besar menggelantung. Saat mencapai umur dewasa, sapi jantan mempunyai berat badan kurang dari 600 kg dan yang betina kurang dari 450 kg.
Bobot hidup Sapi PO bervariasi, mulai 220 kg hingga mencapai sekitar 600 kg.
Saat ini Sapi PO yang murni mulai sulit ditemukan, karena telah banyak disilangkan dengan sapi Brahman. Oleh karena itu sapi PO sering diartikan sebagai sapi lokal berwarna putih (keabu-abuan), berkelasa dan gelambir.
Sesuai dengan induk persilangannya, Sapi PO terkenal sebagai sapi pedaging dan sapi pekerja. Mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perbedaan kondisi lingkungan, sapi ini juga memiliki tenaga yang kuat.
Aktivitas reproduksi induknya cepat kembali normal setelah beranak, sedangkan jantannya memiliki kualitas semen yang baik.
Keunggulan sapi PO ini antara lain  tahan terhadap panas, terhadap ekto dan endoparasit, pertumbuhan relatif cepat walaupun adaptasi terhadap pakan kurang, serta persentase karkas dan kualitas daging baik.
      I.        Investasi pada sapi PO kebutuhan hari biasa
Berikut ini contoh analisa usaha budidaya penggemukan sapi :
Asumsi-asumsi :
·         Lahan yang digunakan merupakan tanah pekarangan yang belum dimanfaatkan dan tidak diperhitungkan untuk sewa lahannya.
·         Sapi bakalan yang dipelihara sebanyak 6 ekor jenis PO dengan harga awal Rp. 7.000.000/ekor dan berat badan sekitar 250 kg/ekor
·         Sapi dipelihara selama 6 bulan dengan penambahan berat badan sekitar 0,7 kg/ekor/hari
·         Kandang yang dibutuhkan seluas 30 M2 dengan biaya Rp. 400.000/M2
·         Penyusustan kandang 20 % / tahun dengan demikian penyusutan untuk satu periode 10 %
·         Sapi membutuhkan obat-obatan sebesar Rp. 60.000/ekor/periode
·         Tenaga kerja 1 orang dengan gaji Rp. 500.000/bulan
·         Peralatan kandang dibutuhkan sebesar Rp 500.000/tahun, dengan demikian untuk satu periode Rp. 250.000
·         Kotoran yang dihasilkan selama 1 periode sebanyak 6.000 kg dengan harga Rp. 200/kg
·         Pakan yang diperlukan untuk satu periode
o    HMT 40 kg x 6 x 180 x Rp.100
o    Konsentrat 3 kg x 6 x 180 x Rp. 1.500
o    Pakan tambahan 3 kg x 6 x 180 x Rp. 200
A. MODAL USAHA
Biaya Investasi
1. Pembuatan kandang 30 M2 x Rp. 400.000                                    Rp. 12.000.000
2. Peralatan kandang                                                                        Rp.      500.000
Biaya Variabel
1. Sapi bakalan 6 x Rp. 7.000.000                                                     Rp. 42.000.000
2. HMT                                                                                              Rp.   4.320.000
3. Konsentrat                                                                                    Rp.   4.860.000
4. Pakan Tambahan                                                                          Rp.      648.000
              Total Biaya Variabel                                              Rp. 51.828.000
Biaya Tetap
1. Tenaga Kerja 1 orang x 6 x Rp. 500.000                                       Rp.  3.000.000
2. Penyusustan kandang 10 % x Rp. 12.000.000                              Rp.  1.200.000
3. Penyusutan peralatan                                                                   Rp.     250.000
          Total Modal Tetap                                                      Rp.   4.450.000
          TOTAL BIAYA PRODUKSI = Rp. 51.828.000 + Rp. 4.450.000 = Rp. 56.278.000
B. PENERIMAAN
Penjualan sapi dan kotoran
·         Penambahan berat badan 0,7 kg x 180 = 126 kg/ekor/periode dan berat badan sapi sekarang untuk setiap ekor adalah 376 kg, untuk berat keseluruhan adalah 6 x 376 kg = 2.256 kg dengan harga Rp. 32.000/kg. jadi uang yang didapat adalah Rp. 72.192.000
·         Penjualan kotoran ternak 6.000 x Rp. 200 = Rp. 1.200.000
          TOTAL PENERIMAAN = Rp. 72.192.000 + Rp. 1.200.000 = Rp. 73.392.000
          KEUNTUNGAN = Rp. 73.392.000 - Rp. 56.278.000 = Rp. 17.114.000
          B/C Ratio = Rp. 73.392.000 : Rp. 56.278.000 = 1,3
          ( artinya dalam satu periode produksi dari setiap modal Rp. 100 yang dikeluarkan akan diperoleh pendapatan sebanyak Rp. 130 )
          BEP ( Break Even Point )
          1. BEP Harga = Total biaya : Berat sapi total
                               = Rp. 56.278.000 : 2.256 
                               = Rp. 24.945 / kg
          2. BEP Volume Produksi = Total biaya produksi : Harga jual
                                                = Rp. 56.278.000 : Rp.32.000/kg
                                                = 1.758 kg
Artinya usaha penggemukan sapi ini akan mencapai titik impas jika 6 ekor sapi mencapai berat badan 1.758 kg atau harga jual Rp. 24.945/kg

    II.